Gunung Gunung di Lampung

Gunung Pugung ini adalah  gunung yang terletak di Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Indonesia. Gunung ini beada di sebelah Barat - barat Laut dari Kota Liwa dengan jarak sekitar 30 km.
Gunung Rajabasa adalah gunung berapi dengan kerucut vulkanik yang terdapat di Selat Sunda di bagian tenggara dari Sumatera, terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Memiliki puncak kawah dengan lebar 500x700 meter dengan bagian daratan berawa, gunung berapi diselimuti dengan berbagai vegetasi. Walaupun aktivitas fumarol, terjadi di bagian kaki dan lereng gunung. Terjadi kenaikan aktivitas yang dilaporkan terjadi pada April 1863 dan Mei 1892 serta tidak diketahui kapan terjadi erupsi. Gunung Rajabasa kurang lebih berjarak 5 km dari Kota Kalianda ke arah selatan, terletak tidak jauh dari pantai sehingga gunung ini bisa terlihat dari laut pada penyeberangan Merak - Bakahuni.
 Gunung Seminung adalah gunung yang terletak di Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat,Provinsi Lampung, Indonesia. Gunung ini berada disebelah Barat Laut dari Kota Liwadengan jarak 25 km.
Gunung Tanggamus adalah sebuah gunung yang terletak di Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Gunung ini berada di sebelahtimur laut dari Kota Agung dengan jarak sekitar 10 km
»»  READMORE...

Sejarah Prov Lampung

Kali ini tentang sejarah Lampung, sejarah Lampung ditandai pada Piagam Bojong yang menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten.
Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.
Permintaan itu termuat dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin, Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya, Saya minta tolong, nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan Lada seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten Moor, akan segera serahkan kepadakompeni.
Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung.
Akan tetapi, upaya menguasai pasar lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. Pada 21 November 1682 VOC kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744.188 ton lada hitam seharga 62.292,312 gulden.
Dari angka itu dapat disimpulkan bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Lada hitam pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik Nusantara kala itu. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia-dan tentu saja wilayah.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.
sumber w.lampun
»»  READMORE...

Pengertian Menerima Diri

Penerimaan Diri adalah dimana kita menerima segala kelemahan dan kelebihan kita atau menerima segala sesuatu yang ada didalam diri kita, menerima segala hal yang telah terjadidalam kehidupan dan diri kita. Sehingga sikap kita memandang diri sendiri sebagaimana adanya dan mempermalukan diri kita secara baik disertai rasa syukur, senang dan bangga sambil terus mengusahakan kemajuan.
1. Dari mana munculnya sikap menerima itu?
2. Mengapa kita harus menerima?
3. Sampai seberapa jauh seseorang harus menerima?
Menerima diri sendiri memerlukan kesadaran dan kemauan melihat fakta-fakta (kenyataan) yang ada pada diri kita, baik secara jasmaniah maupun rohaniah, menyangkut berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada, menerimanya secara total tanpa adanya kekecewaan. Pernyataan ini bukan berarti sikap menerima diri apa adanya tanpa kemauanuntuk melakukan perubahan atau perbaikan, yaitu pasif dan pasrah menerima nasib tanpa adanya ikhtiar. Yang dimaksud adalah menerima diri harus dianggap sebagai suatu prakondisi menuju perubahan demi kebaikan lebih lanjut yang berangkat dari potensi yang telah ada pada diri kita massing2.Penerimaan dapat digunakan dibanyak aspek, seperti penerimaan akan diri,kenyataan hidup, keluarga, dan sebagainya.Akan tetapi hal yang paling mendasar dari semua itu adalah penerimaan kita akan diri kita sendiri karena hal tersebut dengan adanya tersebut sangat  mempengaruhi penerimaan kitadalam kehidupan di segala aspek, kita dat melakukan perubahan didalam diri kita dan kehidupa kita. Bagaimana kita dapat mengubah sesuatu jika kita masih menyangkal bahwa hal tersebut ada dan pernah terjadi?
»»  READMORE...